SEPUTAR KALTIM
Fumigasi; Kunci Koran Bahari Tetap Aman
Di DPK Kaltim, tersimpan ratusan jilid koran bahari. Dari tahun yang terbaru hingga tahun 70-an. Masih tersimpan rapi di rak dan fisiknya juga masih oke. Fumigasi jadi langkah koran bahari tetap aman.
Koran bahari menjadi satu di antara banyak arsip yang tersimpan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Daerah Kalimantan Timur (Kaltim). Tersimpan rapi di Ruang Layanan Referensi dan Deposit lantai 3 gedung Perpustakaan di Jalan Juanda.
Koran bahari sendiri merupakan sebutan untuk koran lokal Kaltim pada jaman dahulu yang masih tersimpan sampai sekarang. Diarsipkan di DPK Kaltim. Mulai dari yang terbaru hingga tahun 70-an.
Arsip koran bahari termasuk cukup penting untuk disimpan. Sebab pengarsipan koran lokal Kaltim itu bisa jadi sumber sejarah. Karena dalam koran terdapat informasi peristiwa, waktu dan juga tempat. Sehingga bisa jadi rujukan yang akurat.
Namun menyimpan tumpukan kertas bukanlah hal yang mudah. Sebab kertas merupakan bahan yang mudah hancur atau rusak. Belum lagi kalau ada rayap yang suka menggerogoti kayu dan kertas. Kumpulan koran itu bisa jadi sasaran empuk.
Ditambah suhu ruangan yang jika tidak diatur. Bisa membahayakan. Misal suhu dingin yang membuat koran mendapatkan kelembaban ekstra dan membuatnya lebih mudah rusak.
Seorang Pustakawan DPK Kaltim menjelaskan kalau pihaknya memang melakukan upaya tertentu untuk mrlakukan pemeliharaan koran bahari. Agar kondisinya tetap aman meski sudah bertahun-tahun lama penyimpanannya.
“Kami setiap dua atau satu tahun sekali melakukan fumigasi atau pengasapan. Biar tetap terjaga, menghilangkan rayap dan lainnya,” jelasnya Senin, 6 November 2020 ketika Kaltim Faktual bertandang ke ruang koleksi.
Fumigasi sendiri merupakan cara untuk mengawetkan bahan pustaka. Termasuk koran bahari itu. Yakni dengan cara mengasapi bahan pustaka menggunakan bahan kimia.
Itu dilakukan untuk mencegah, mengobati, mensterilkan dan membasmi biota yang dapat merusak dengan menggunakan fumigan. Fumigan sendiri merupakan zat kimia yang mampu membunuh organisme pengganggu.
Memang dilakukan secara rutin dalam jangka yang cukup panjang. Yakni setiap 1 hingga 2 tahun sekali. Dikarenakan langkah ini juga perlu prosedur dan ketentuan khusus. Juga ada anggarannya tersendiri sehingga tidak bisa dilakukan rutin dalam jangka yang pendek. (ens/fth)
ADVERTORIAL DINAS PERPUSTAKAAN & KEARSIPAN KALTIM
-
PARIWARA5 hari agoYamaha Luncurkan Fitur E-KSG, Servis Motor Kini Lebih Praktis Lewat Aplikasi
-
BERAU5 hari agoAkhiri Kendala Jarak, Dua SMA Negeri Baru Segera Dibangun di Berau
-
BALIKPAPAN4 hari agoDPRD Soroti Gaya Hidup Remaja, Kasus Cuci Darah Meningkat
-
PARIWARA4 hari agoCatatan MAXI Tour Boemi Nusantara Etape Satu, Ini Deretan Jalur Ikonik dan Spot Eksotis di Sumatera Utara Untuk Pecinta Touring
-
BALIKPAPAN5 hari agoDPRD Samarinda Kunjungi DPRD Balikpapan, Bahas Peran Banmus dalam Penyusunan Agenda Dewan
-
BALIKPAPAN5 hari agoKomisi III DPRD Balikpapan Bahas Pengalihan Pengelolaan Pemakaman dalam RDP
-
BALIKPAPAN4 hari agoBankeu Tak Cair, DPRD Balikpapan Dorong Optimalisasi PAD
-
BALIKPAPAN2 hari agoProyek Sekolah Terpadu Islamic Center Balikpapan Ditunda

