MAHULU
Mahulu Diterpa Banjir Terbesar Sepanjang Sejarah; Mobil dan Perkantoran Tenggelam, hingga Rumah Hanyut Terbawa Arus
Masyarakat Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), sedang sangat berduka karena daerah mereka diterpa banjir terbesar sepanjang kabupaten termuda di Kaltim itu berdiri. Dari rekaman video yang tersebar, perkantoran, permukiman, hingga kendaraan tenggelam. Bahkan ada bangunan yang larut terbawa arus deras.
Sepanjang bulan Mei 2024 ini, curah hujan di Kaltim memang sedang tinggi-tingginya. Namun tak ada yang menyangka, Kabupaten Mahulu yang terletak di hulu Sungai Mahakam justru diterpa banjir yang sangat parah.
Banjir ini sudah terjadi sejak Selasa kemarin. Sudah 3 hari, namun belum ada tanda-tanda air akan surut. Berdasar informasi yang beredar, penyebab banjir adalah curah hujan tinggi. Yang membuat Sungai Long Apari meluap, ditambah kiriman air dari Sungai Boh (Malinau, Kaltara).
Dari data sementara yang media ini dapatkan, lebih dari 40 kampung dari 5 kecamatan menderita banjir ini. Sebagian besarnya ialah kampung yang berada di bantaran Sungai Mahakam.
Saat berita ini terbit, Basarnas Balikpapan sedang dalam perjalanan ke Mahulu untuk membantu proses evakuasi warga serta mengirim logistik untuk korban banjir.
Status Tanggap Darurat
Melansir dari Detik, Pemkab Mahulu telah menerapkan status tanggap darurat bencana banjir. Kepala Pelaksana BPBD Mahulu Agus Darmawan mengungkapkan, kebijakan ini dibuat untuk mempercepat proses penanggulangan bencana serta evakuasi korban banjir. Status tanggap darurat ini berlaku sejak tanggal 14 Mei hingga 29 Mei mendatang.
Kata Agus, proses penanggulangan sulit dilakukan karena debit air yang tidak bisa diprediksi.
“Kemarin sempat surut dan ternyata sore itu naik lagi. Karena tingkat hujan di Hulu Mahakam itu sangat tinggi. Sehingga (terjadi) banjir susulan nih, hampir 70 persen terdampak,” jelasnya.
Rata-rata ketinggian banjir, lanjut Agus, ialah setinggi atap rumah. Tak banyak barang berharga yang bisa diselamatkan saat kejadian berlangsung. Bahkan dalam video yang beredar, banyak rumah, mobil, hingga sepeda motor tenggelam.
“Rumah mau hanyut ada, kalau rumah rakit iya sudah hanyut karena arus sungai Mahakam memang sangat deras jadi sangat riskan menggunakan trasportasi air, kantor BPBD, beberapa OPD, dan sekolah juga terdampak,” ucap Agus.
Kekurangan Logistik untuk Pengungsi
BPBD Mahulu telah mendirikan posko pengungsian. Yang dipusatkan di sebuah bangunan gereja di Ujoh Bilang.
“Sudah ada (pengungsi) ini rumah pengungsi ini sudah tidak cukup lagi kami akan menambah dengan tenda biasa. Di area gereja juga kami akan memasang tenda umum,” tuturnya.
BPBD belum memiliki data valid terkait jumlah warga yang terdampak. Selain masih berfokus pada proses evakuasi, medan juga menjadi tantangan untuk mereka.
“Ini staf-staf masih kerepotan mencari tempat. Kemarin buru-buru kita ambil tikar karena kemarin tikar yang kami sediakan itu tidak cukup 50, adi ambil lagi tikar. Kurang lebih 200 sampai 300 orang (mengungsi), itu satu kampung Ujoh Bilang saja,” terangnya.
Banjir Terparah Sepanjang Sejarah Mahulu
Bencana ini telah menarik simpati masyarakat, karena membayangkan betapa beratnya kondisi yang dialami oleh para korban terdampak banjir. Beberapa warganet ikut melaporkan bahwa ini adalah bencana banjir terbesar di daerah tersebut.
“Seumur-umur aku lihat banjir di Mahulu dan Kutai Barat, baru ini sangat parah. Tapi mau bagaimana lagi, ini efek perkembangan pembangunan, daerah yang di mana jadi resapan air, sekarang sudah habis dibabat, kita tinggal terima akibatnya. Semoga lekas surut dan semoga saudaraku dilindungi Allah SWT semuanya di sana,” kata akun Adi Fijay di unggahan Halo Long Iram.
“Merinding aku lihatnya heh baru kali ini banjir di Mahulu sebesar ini dan sebahaya ini,” timpal Aninda. (dra)
-
GAYA HIDUP4 hari agoBuka Awal Tahun 2026, YAMAHA Luncurkan Varian Warna Baru Untuk Skutik Premium XMAX Connected
-
PARIWARA3 hari agoSetingan “KECE” Biar Makin Pede, Cara Mudah Bawa Pulang Yamaha Classy Fazzio dan Filano
-
BERITA4 hari agoHari Desa Nasional 2026: Meneguhkan Posisi Desa sebagai Jantung Pembangunan Indonesia
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoAwas ‘Teknostress’ Mengintai Birokrasi, BPSDM Kaltim Minta ASN Jangan Cuma Kejar Target
-
BALIKPAPAN1 hari agoSambut HUT ke-129, Balikpapan Rilis Logo “Harmoni Menuju Kota Global”
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoKaltim Borong Penghargaan di Hari Desa Nasional 2026, Dua Wilayah Sabet Peringkat 1
-
NUSANTARA3 hari agoPastikan Pembangunan IKN Lanjut, Prabowo Koreksi Desain hingga Kejar Target 2028
-
BERAU2 hari agoTinggalkan Status Perintis, Wings Air Kini Terbang Komersial ke Maratua: Rudy Mas’ud Jajal Pendaratan Perdana

