SAMARINDA
Samarinda Masih Dilanda Banjir, BMKG Imbau Masyarakat Tetap Waspada
Samarinda dikepung banjir, Senin (25/4/2022). Akibat hujan intensitas sedang hingga lebat, dari pukul 09.21 Wita sampai 12.30 Wita.
Pantauan ITS-TRC, ada 47 kawasan di Kota Tepian yang terjebak genangan air. Mulai dari Jalan Dr Sutomo (Gg Nibung), Jalan Pasundan, Jalan S Parman, Simpang 4 Lembuswana, Jalan Gatot Subroto, Jalan Suko Rejo, Jalan Lempake Jaya, Jalan Gunung Kapur II, Jalan Mugirejo, Kawasan Armada (Argamulya Dalam), Jalan Pahlawan, Jalan Wahid Hasim I, Jalan Ir Katamso, Jalan P Suryanata (depan SPBU).
Kemudian di Jalan Juanda fly over, Jalan Merbabu, Jalan Awang Long, Jalan Sudirman, Jalan M Yamin, Jalan Wahid Hasim II, Jalan Padat Karya Sempaja, Jalan DI Panjaitan (Terminal Lempake), Jalan Kadri Oening, Jalan AW Syahrani, Jalan Tengkawang, Jalan Kenangan Sentosa, Jalan Gerilya.
Juga di Jalan Perjuangan Sungai Pinang, Jalan Perjuangan Sempaja, Jalan Merdeka Timur, Jalan Perintis, Jalan Agus Salim Simpang Darjat, Jalan Awang Long, Jalan Wijaya Kusuma 2, Jalan Rapak Indah, Jalan Slamet Riadi (Polresta), Jalan Mujahidin, Jalan Adam Malik (Pergudangan), Jalan Antasari.
Lalu di Jalan Basuki Rahmat I dan II, Jalan PMI, Jalan Cendana, Jalan Cipto MangunKusumo (Hexindo- Polnes), Jalan Harun Nafsi, Jalan HM Rifaldin, Jalan Trikora, Jalan, Jalan A Yani II, dan Jalan Brigjen Katamso. Dengan tinggi air rata-rata 25 sampai 30 sentimeter.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda Suwarso menyebut, banjir yang melanda Samarinda kali ini menyebar di 10 kecamatan. Penyebab utamanya memang karena curah hujan yang tinggi dan lama. Sebagai contoh di kawasan APT Pranoto itu terjadi curah hujan sebesar 85 milimeter.
“Kalau titik yang lain variatif ya. Ada yang 20 milimeter, ada yang 14 milimeter. Ini masih hujan rintik-rintik dan merata di seluruh Samarinda,” beber Suwarso.
Sementara itu Kepala Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Samarinda Riza Arian Noor menjelaskan, pada April ini masih dalam periode musim hujan. Sebab awal musim kemarau diprediksi sekira akhir Juni.
“Memang tadi yang terpantau khususnya di Samarinda bagian utara itu cukup lebat. Hasil pengukuran kami pukul 11.00 Wita sekira 85 milimeter. Ini kategorinya termasuk lebat,” terang Riza kepada awak media.
“Kalau melihat data, memang pada akhir April itu tren curah hujannya cenderung lebih tinggi. Dibanding Maret dan Februari. Jadi akhir April-awal Mei kita harus tetap waspada karena potensi hujan lebat,” tambahnya. (redaksi)
-
PARIWARA5 hari agoYamaha Luncurkan Fitur E-KSG, Servis Motor Kini Lebih Praktis Lewat Aplikasi
-
BERAU5 hari agoAkhiri Kendala Jarak, Dua SMA Negeri Baru Segera Dibangun di Berau
-
BALIKPAPAN3 hari agoDPRD Soroti Gaya Hidup Remaja, Kasus Cuci Darah Meningkat
-
PARIWARA4 hari agoCatatan MAXI Tour Boemi Nusantara Etape Satu, Ini Deretan Jalur Ikonik dan Spot Eksotis di Sumatera Utara Untuk Pecinta Touring
-
BALIKPAPAN4 hari agoDPRD Samarinda Kunjungi DPRD Balikpapan, Bahas Peran Banmus dalam Penyusunan Agenda Dewan
-
BALIKPAPAN4 hari agoKomisi III DPRD Balikpapan Bahas Pengalihan Pengelolaan Pemakaman dalam RDP
-
BALIKPAPAN3 hari agoBankeu Tak Cair, DPRD Balikpapan Dorong Optimalisasi PAD
-
BALIKPAPAN1 hari agoProyek Sekolah Terpadu Islamic Center Balikpapan Ditunda
