BALIKPAPAN
Sudah Dilarang tapi Masih Berjualan, Satpol PP Balikpapan Razia Pom Mini dan BBM Eceran
Satpol PP Balikpapan bersama tim gabungan melakukan penertiban terhadap penjual bensin eceran, baik yang menggunakan pom mini ataupun botol. Di sepanjang jalan protokol. Para pedagang sebelumnya sudah diperingatkan, namun masih banyak yang bandel.
Razia ini dilaksanakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama TNI, Polri, Dishub, Disdag, BPBD, dan Dinas Pekerjaan Umum Balikpapan. Di sejumlah jalan protokol seperti Jalan Jenderal Sudirman, Syarifuddin Yoes, Ruhui Rahayu, dan daerah Balikpapan Baru yang kini diajukan sebagai Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL).
Para petugas tanpa ampun menyita alat jual bensin eceran berupa pom mini ataupun botol bekas. Sesuai dengan Surat Edaran (SE) Pemkot Balikpapan Nomor 100/0199/PEM tentang penjualan BBM Eceran/Pom Mini dan Surat Pernyataan Komitmen.
Satu di antara pom mini yang disita adalah milik sebuah toko yang terletak di kawasan Stal Kuda.
“Saya kecewa. Saya mau, nanti pom mini itu dikembalikan lagi,” ujar karyawan toko bernama Selvi. Ia mengakui jika pemilik toko sebenarnya sudah mendapat surat peringatan sebelumnya.
Sosialisasi Sudah Dilakukan
Sekretaris Satpol PP Kota Balikpapan Izmir Novian menyampaikan bahwa sebelumnya sudah melakukan sosialisasi bersama mitra Asosiasi Penjual Eceran Minyak (APEM) Kota Balikpapan, termasuk para camat dan lurah.
“Hampir semua sudah tahu sebenarnya. Bahwa pada April 2024 akan dilakukan penertiban di tiga kawasan yang sudah dilarang dalam SE. Yakni KTL, sebagian jalan nasional dan kawasan padat penduduk dan perdagangan,” ungkap Izmir ditemui usai penertiban pom mini.
Dalam penertiban kali ini, Satpol PP menemukan hampir 70 persen pelanggaran, yang artinya masih banyak penjual bensin eceran tidak menaati SE yang sudah diterbitkan.
“Sehingga kami melakukan penyitaan alat pom bensin, sesuai surat pernyataan yang sebelumnya sudah pernah kami berikan kepada mereka semua.”
“Hitungan sementara, ada hampir 17 atau 19 mesin. Untuk yang botol mungkin sudah hampir 30 botol bensin eceran,” tambahnya.
Ia menegaskan, bahwa razia yang dilaksanakan di tiga kawasan itu tidak mendapat toleransi apapun.
“Nanti di luar tiga kawasan, akan ditertibkan Juni 2024. Ketika mereka sudah mematuhi SE Wali Kota Balikpapan sesuai syarat dan ketentuan, silakan mereka berjualan,” sebutnya.
Selanjutnya, setiap pelaku usaha Bahan Bakar Minyak (BBM) eceran harus memenuhi beberapa syarat. Seperti mesin pom mini yang dikelola sudah melalui uji tera, memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan merupakan bagian dari asosiasi yang terdaftar.
Pedagang Diharap Kooperatif
Sikap tanpa kompromi tim gabungan juga menyasar satu toko yang memiliki pom mini yang sebenarnya sudah memiliki nomor izin Online Single Submission (OSS).
“Ini adalah kawasan yang memang tidak ada pilihan lain selain ditertibkan. Jadi bagi pelaku usaha pom mini dan BBM eceran (botol) yang berada di kawasan ini, mohon maaf SE Wali Kota Balikpapan tegas melarang.”
“Hilangkan niat berjualan BBM eceran di tiga kawasan yang telah ditentukan,” tegas Izmir.
Sebelumnya juga Satpol PP Kota Balikpapan telah melaksanakan penertiban dan mengembalikan mesin pom mini kepada penjual BBM eceran. Ternyata hal tersebut tidak efektif dalam memberikan efek jera.
“Jadi memang perlu langkah ketegasan. Jangan dikira hari ini saja kami lakukan penertiban. Karena besok-besok kalau kami lihat masih ada lagi, akan kami tertibkan. Patroli pasti ada tiap hari,” tutupnya. (nvr/dra)
-
NUSANTARA3 hari agoAdik Presiden Prabowo Sebut Hutan Rusak Jadi Sumber Karhutla, 12,7 Juta Hektare Disiapkan untuk B50-B100
-
FEATURE3 hari agoPameran Di Balik Situs Angkat Kisah Sejarah Kaltim dan Kaltara Lewat Seni Rupa
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoPemprov Kaltim Siapkan Surat Edaran Pembatasan Peredaran Vape
-
POLITIK4 hari agoRudy Mas’ud ke Singapura untuk Medical Check Up, Pemprov Jelaskan Izin Perjalanan
-
KUKAR3 hari agoDesa Penghubung IKN Jadi Lokasi TMMD ke-130 di Kukar
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoEl Nino Kuat Berlanjut hingga 2027, Kaltim Diminta Waspadai Kemarau Panjang dan Bencana Hidrometeorologi
-
NUSANTARA5 hari agoKarhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, Asap Meluas dan Ribuan Hektare Lahan Terbakar
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoMediasi Kasus Dugaan Kelalaian Dokter RSUD AWS Buntu, Keluarga Pasien Tempuh Jalur Hukum

