SAMARINDA
Tarif Parkir di Samarinda Naik, DPRD Minta Pelayanan Harus Lebih Baik
DPRD Samarinda mendukung kenaikan tarif parkir di tepi jalan. Yang penting, juru parkirnya berkompeten dan lebih profesional.
Pemkot Samarinda telah menaikkan tarif parkir kendaraan di tepi jalan umum. Landasan hukumnya ialah Perwali Nomor 8 Tahun 2023 tentang Penetapan Tarif Retribusi Parkir Tepi Jalan Umum.
Untuk kendaraan yang parkir di tepi jalan raya, roda 2 dari Rp2 ribu jadi Rp3 ribu. Roda 4 dari Rp3 ribu jadi Rp5 ribu. Dan roda lebih dari 4 menjadi Rp10 ribu.
Menanggapi ini, Anggota DPRD Samarinda Ahmat Sopian mengatakan mendukung kebijakan tersebut. Agar Dishub bisa memenuhi target PAD dari sektor parkir sebesar Rp3,5 miliar.
Namun begitu, Sopian tetap memberi catatan. Bahwa peningkatan tarif, harus jadi momentum untuk meningkatkan pelayanan parkir juga. Dari sistem sampai pelaksanaan di lapangan.
“SDM-nya harus mengikuti pelatihan. Bagaimana (juru parkir) nanti berkomunikasi dengan orang. Lalu jangan sampai, mohon maaf, nanti ada juru parkir yang selengekan, memakai pakaian bebas atau apa. Jangan sampai membuat takut masyarakat,” ujar Sopian, Rabu 7 Juni 2023.
Sebaliknya, pelayanan parkir, kata Sopian, mesti mengedepankan simpati. Pelayanan yang full senyum, sapa, dan salam. Seperti standar operasional di tempat parkir yang sudah terkelola.
Anggota Komisi IV itu kadang masih menemui. Ada juru parkir yang sekadar ambil ongkos. Terutama saat kondisi ramai. Belum selesai membantu kendaraan keluar, sudah ditinggal ke kendaraan lain yang akan keluar. Karena takut tidak mendapat jasa parkir.
“Supaya masyarakat ikhlas. Naik jadi Rp3 ribu atau Rp5 ribu pasti dibayar. Bahkan ada yang mau membayar Rp20 ribu atau Rp50 ribu. Kalau dia senang dengan pelayanan dari juru parkir,” tuturnya.
Usulan lainnya adalah menambah opsi pembayaran. Jadi selain pembayaran tunai, juga ada non tunainya. Akan lebih baik, kata Sopian, kalau bisa melakukan pembayaran via ponsel.
“Kalau pengelolaan parkirnya semakin profesional, misal menerapkan pembayaran via QRIS. Tentu akan semakin memudahkan masyarakat,” pungkas Ahmat Sopian.
Dishub Samarinda selaku OPD teknis sendiri, telah melakukan sosialisasi langsung ke lapangan. Untuk memberi tahu masyarakat kalau tarif parkir tepi jalan memang dinaikkan oleh pemerintah. Agar tidak ada gesekan antara pengendara dengan juru parkir. (ans/dra)
-
KUKAR3 hari agoKredit Kukar Idaman Terbaik Sasar Empat Sektor Usaha
-
KUKAR5 hari agoLebih dari 30 SPBU di Kukar Jadi Objek Tera Tahunan
-
OLAHRAGA5 hari agoDramatis! Timnas Indonesia Hajar Bangladesh 9-2, Garuda Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026
-
POLITIK5 hari agoHerdiansyah Sebut Hak Suara 35 Persen Menteri Jadi Akar Polemik Pemilihan Rektor Unmul
-
SEPUTAR KALTIM17 jam agoTemuan BRIN soal Vape Jadi Perhatian, Angka Gangguan Kesehatan Diminta Tak Disalahartikan
-
EKONOMI DAN PARIWISATA2 hari agoGowes Wisata Kaltim Jelajah Tenggarong, Gowes Sambil Menyeberangi Sungai Mahakam
-
OLAHRAGA14 jam agoIndonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Drama 120 Menit Berakhir Manis di GBK
-
POLITIK5 hari agoDPRD Kaltim Soroti Mandeknya Kompensasi Rp5 Miliar dalam Kasus Pasien RS AWS

