SAMARINDA
Polresta Samarinda Beberkan Motif Penembakan Terorganisir di THM Crown, 10 Tersangka Ditangkap
Polresta Samarinda mengadakan jumpa pers pada Kamis 8 Mei 2025 untuk memaparkan perkembangan terkini kasus penembakan di Jalan Imam Bonjol, depan THM Crown, yang terjadi Minggu 4 Mei 2025, sekitar pukul 04.30 WITA.
Kombes Pol Hendri Umar, Kapolresta Samarinda, mengonfirmasi bahwa seluruh pelaku pembunuhan terorganisir tersebut, termasuk otak kejahatan, telah berhasil diamankan.
Sebelumnya, sembilan tersangka telah ditahan dalam pengungkapan awal pada Minggu, 4 Mei. Namun, pada Selasa malam, 6 Mei, Tim Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda kembali mengamankan satu tersangka utama berinisial R alias K (36), warga Samarinda Seberang.
Pria ini diduga sebagai dalang di balik pembunuhan korban berinisial D, yang didorong motif balas dendam terkait kasus serupa pada 2021.
Peran Sentral Tersangka R alias K
Berdasarkan penyelidikan, R alias K berperan sebagai perencana sekaligus pengkoordinasi aksi.
Tindakannya meliputi:
- Menjalin komunikasi dengan IJ (pelaku penembak) untuk datang ke lokasi kejadian.
- Menginstruksikan W untuk memantau pergerakan korban di sekitar THM Crown.
- Mengumpulkan tujuh pelaku lainnya untuk menyusun rencana di wilayah Padailok dan THM Muse sebelum menuju TKP.
- Memberikan sinyal via ponsel saat korban meninggalkan gedung, yang menjadi tanda bagi IJ untuk menembak korban sebanyak enam kali.
“R alias K bahkan menyiapkan strategi penyelamatan IJ jika terjebak massa. Dialah penggerak utama seluruh operasi ini,” tegas Kombes Pol Hendri Umar.
Motif Dendam Terkait Kasus 2021
Menurut polisi, pembunuhan ini diduga merupakan bentuk balasan atas tewasnya saudara kandung R alias K dan IJ dalam insiden penyerangan di Jalan Ahmad Dahlan tahun 2021. Tiga pelaku kasus tersebut telah dihukum dan masih menjalani hukuman penjara.
Pelacakan Senjata Api dan Keterkaitan Jaringan Lain
Senjata api yang digunakan diduga berasal dari R alias K, lalu diberikan kepada IJ untuk eksekusi. Usai kejadian, senjata tersebut dikubur di area kebun jalan PU oleh tersangka A.
Polisi masih menyelidiki asal-usul senjata dan kemungkinan hubungan kasus ini dengan jaringan narkoba, meski belum ditemukan bukti kuat.
Kesepuluh tersangka akan dipindahkan ke Polda Kaltim guna memastikan pengamanan dan pengawasan yang lebih ketat. Berkas kasus sedang disiapkan untuk diserahkan ke Kejaksaan. Hingga kini, delapan saksi telah memberikan keterangan.

Ajakan Kepada Masyarakat
Kombes Pol Hendri Umar mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum pasti.
“Proses hukum sedang berlangsung. Kami menjamin tidak ada ruang untuk aksi balasan dari pihak mana pun,” tegasnya.
Keluarga korban disebut telah mempercayakan seluruh proses hukum kepada kepolisian.
Penyidikan terus dilakukan, termasuk melacak riwayat percakapan WhatsApp antar pelaku dan memeriksa rekam jejak kriminal para tersangka.
“Kami berupaya menyelesaikan kasus ini secara transparan sesuai aturan hukum,” tutup Kapolresta Samarinda. (Chanz/sty)
-
KUKAR3 hari agoBelasan Alumni Santriwati di Kukar Laporkan Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes, Korban Mengaku Terjadi Bertahun-Tahun
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoDarlis Pattalongi Resmi Nahkodai KKW Kaltim, Bawa Semangat Persatuan Warga Wajo dan Harmoni Antar Etnis
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoPeringati Hari Lingkungan Hidup, Kaltim Dorong Perubahan Pola Pengelolaan Sampah
-
KUKAR5 hari agoYamaha Dorong Kreativitas Pelajar, Siswa SMKN 1 Tenggarong Antusias Ikuti Pelatihan Merangkai Bunga dan Dekorasi Kue
-
EKONOMI DAN PARIWISATA1 hari agoHarga Pertamax Resmi Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Pertamina Sebut Ikuti Harga Minyak Dunia
-
OLAHRAGA2 hari agoTetap Semangat di Musim Perdana, Arai Agaska Terus Kejar Performa Terbaik di World Sportbike
-
SAMARINDA1 hari agoPolresta Samarinda Kembalikan Motor dan HP Hasil Curian, Korban Terima Barang Bukti Gratis
-
SEPUTAR KALTIM15 jam agoKejati Kaltim Bongkar Dugaan Praktik Tambang Ilegal Bertahun-Tahun, Satu Tersangka Ditahan

